Pelajari cara membangun REST API yang benar: HTTP methods, JSON response, authentication token, dan konsumsi API dari frontend.
REST API adalah cara dua sistem berkomunikasi melalui internet menggunakan HTTP. Ketika kamu buka aplikasi GoJek dan memesan ojek, aplikasi itu tidak menyimpan data di HP kamu, melainkan mengirim request ke server GoJek melalui API dan menerima response berupa data JSON. Inilah REST API: jembatan antara frontend (web atau mobile) dengan backend (server dan database).
Di dunia modern, hampir semua aplikasi digital memisahkan frontend dan backend. Website React, aplikasi Flutter, dan app mobile iOS/Android semuanya berkomunikasi dengan backend melalui API. Artinya, backend developer yang bisa membuat REST API yang baik dibutuhkan di hampir semua jenis produk digital. Ini adalah skill yang langsung terasa manfaatnya saat kamu masuk ke dunia kerja.
Urutan materi yang tepat agar proses belajar efisien dan tidak ada yang terlewat.
REST API vs GraphQL: REST menggunakan banyak endpoint, GraphQL satu endpoint dengan query fleksibel. REST lebih mudah dipelajari dan lebih umum dipakai di Indonesia. REST API vs gRPC: gRPC lebih cepat tapi lebih kompleks, cocok untuk komunikasi antar microservice internal. Untuk membangun API yang dikonsumsi web dan mobile, REST adalah standar yang paling tepat.
Kuasai web development dari dasar. Mulai dari HTML/CSS, PHP native, hingga Laravel framework. Cocok untuk pemula yang ingin menjadi developer profesional tanpa background IT.
Ingin program yang lebih intensif dan berorientasi karir?