Pelajari JavaScript dari dasar: variabel, fungsi, array, DOM manipulation, event, hingga fetch API untuk komunikasi dengan backend.
JavaScript adalah satu-satunya bahasa pemrograman yang berjalan langsung di browser. Setiap animasi halus di website, form yang bisa divalidasi sebelum dikirim, konten yang muncul tanpa reload halaman, semuanya dibuat dengan JavaScript. Lebih dari itu, dengan Node.js JavaScript kini juga bisa dijalankan di server, menjadikannya bahasa yang benar-benar bisa dipakai dari frontend hingga backend.
JavaScript tidak bisa dihindari oleh developer web manapun. Bahkan jika kamu fokus ke backend PHP atau Python, kamu tetap akan berinteraksi dengan JavaScript untuk membuat tampilan web yang interaktif. Bagi yang ingin jadi frontend developer, JavaScript adalah fondasinya, semua framework modern seperti React, Vue, dan Angular dibangun di atas JavaScript.
Urutan materi yang tepat agar proses belajar efisien dan tidak ada yang terlewat.
JavaScript vs TypeScript: TypeScript menambahkan static typing ke JavaScript, membuat kode lebih aman dan mudah di-maintain di project besar. Tapi pelajari JavaScript vanilla dulu sebelum TypeScript. JavaScript vs Python untuk web: Python dipakai di backend, JavaScript di frontend. Untuk web development fullstack, keduanya bisa saling melengkapi.
Kuasai web development dari dasar. Mulai dari HTML/CSS, PHP native, hingga Laravel framework. Cocok untuk pemula yang ingin menjadi developer profesional tanpa background IT.
Ingin program yang lebih intensif dan berorientasi karir?