Sebuah kafe bikin promo "scan QR ini buat diskon 20%", niatnya cuma buat pelanggan yang follow akun media sosial mereka. Tapi begitu satu orang screenshot dan share ke grup komunitas hemat, dalam beberapa jam QR yang sama udah dipakai ratusan orang yang gak pernah jadi target promo itu, dan kafe harus nanggung diskon jauh lebih besar dari yang dianggarkan.
Beda QR statis dan QR sekali pakai
Masalah ini muncul karena banyak bisnis kecil pakai QR generator gratisan yang cuma bikin QR statis, alias isinya sama terus dan bisa dipakai berkali-kali tanpa batas. Padahal buat keperluan promo terbatas, yang dibutuhkan adalah QR yang bisa dibatasi jumlah pemakaiannya atau punya masa berlaku pendek.
- QR dengan link unik per pelanggan lebih aman dibanding satu QR yang sama buat semua orang.
- Batasi masa berlaku promo dengan jelas di halaman tujuan QR, bukan cuma di caption media sosial yang gampang diabaikan.
- Pantau traffic yang masuk lewat link tujuan QR, kalau tiba-tiba melonjak drastis dalam waktu singkat, itu tanda kemungkinan lagi disebar di luar target awal.
Daripada pakai QR generator abal-abal yang gak jelas siapa pemiliknya, mending bikin QR sendiri lewat tools yang transparan soal cara kerjanya.
Pakai QR Generator DebugGoPelajaran buat pemilik usaha kecil
QR code itu murah dan gampang dibuat, tapi justru karena itu, gampang juga disalahgunakan kalau gak dipikirin batasannya dari awal. Sebelum sebar promo pakai QR, mikirin dulu "gimana kalau ini disebar ke luar target", karena kemungkinan besar itu yang akan terjadi.
Komentar 0