Sebelum kandidat berkesempatan bicara langsung dengan HR atau user, sekarang makin banyak perusahaan yang menerapkan sesi wawancara awal berbasis AI, di mana kandidat merekam jawaban mereka terhadap sejumlah pertanyaan standar yang kemudian dinilai oleh sistem sebelum diteruskan ke tahap manusia.

Kenapa perusahaan mengadopsi cara ini

Buat perusahaan yang menerima ratusan atau ribuan pelamar untuk satu posisi, wawancara awal berbasis AI membantu menyaring kandidat secara lebih cepat dan konsisten dibanding menjadwalkan sesi wawancara manual satu per satu di tahap paling awal, yang jelas menghemat waktu tim HR secara signifikan.

Kritik yang muncul dari kandidat

Banyak kandidat merasa gak nyaman "diwawancara" oleh sistem yang gak bisa merespons secara natural, memberi klarifikasi, atau menangkap nuansa jawaban yang lebih kompleks. Ada juga kekhawatiran soal bagaimana sebenarnya sistem ini menilai jawaban, apakah murni berdasarkan konten jawaban, atau juga mempertimbangkan hal lain seperti nada suara dan ekspresi wajah yang belum tentu adil dinilai algoritma.

Coba Sendiri, Gratis

Bukan cuma cek format, CV ATS Checker DebugGo juga ngasih skor per bagian dan misi konkret buat benerin CV kamu sampai beneran siap dikirim.

Coba CV ATS Checker Gratis

Adaptasi yang perlu dilakukan pencari kerja

Terlepas dari perdebatan soal etisnya, kandidat yang menghadapi format wawancara semacam ini perlu menyesuaikan cara menjawab, biasanya dengan lebih jelas, terstruktur, dan menggunakan kata kunci yang relevan dengan posisi, supaya jawaban mereka gak hilang maknanya saat dinilai sistem otomatis, sebelum akhirnya sampai ke tahap wawancara manusia yang sesungguhnya.