Ironisnya, meski udah banyak kasus penipuan berbasis QR yang viral dibahas, kebiasaan asal scan QR tanpa mikir dua kali tetap jadi pola yang umum ditemui. QR code udah jadi bagian sehari-hari yang terasa "biasa aja", persis kayak orang udah gak curiga lagi kalau ada yang minta nomor HP, karena udah terlalu sering diminta di berbagai konteks.
Kenapa rasa familiar justru bikin lengah
Sesuatu yang baru dan asing biasanya bikin orang lebih hati-hati secara alami. Tapi QR code udah dipakai di mana-mana, mulai dari bayar parkir, pesan makanan di restoran, sampai absensi kantor, sehingga otak kita udah mengkategorikannya sebagai hal yang "normal dan aman", padahal setiap QR punya tujuan yang bisa sangat berbeda-beda tergantung siapa yang membuatnya.
Prosesnya jalan langsung di perangkatmu, jadi data yang kamu masukkan ke dalam QR (link, teks, nomor rekening) gak pernah dikirim ke server siapa pun.
Generate QR SendiriLiterasi digital yang perlu terus diulang, bukan cuma sekali dibahas
Edukasi soal bahaya QR sembarangan sebenarnya udah cukup sering dibahas media dan lembaga terkait, tapi kebiasaan lama gak berubah cuma dengan sekali baca artikel. Pengulangan pengingat kayak ini penting justru karena risiko dari kebiasaan asal scan gak langsung kelihatan, sampai suatu saat beneran jadi korban.
Komentar 0